Telah terlihat di muka bahwa dengan menjadi manusia organisasional seseorang tidak sekaligus kehilangan identitasnya yang khas. Pemeliharaan identitas yang khas itu bahkan amat penting karena ia akan menimbulkan perasaan bangga. Seseorang yang mempunyai dan mampu mempertahankan identitasnya akan mempunyai rasa harga diri yang tinggi. Bertitik tolak dari keadaan yang demikian itulah setiap menager perlu memahami berbagai faktor pembentuk perilaku setiap bawahannya.
Faktor Genetik
Faktor genetik yang dimaksud disini adalah segala hal yang oleh seseorang dibawa sejak lahir bahkan merupakan warisan dari kedua orang tuanya. Seorang anak mewaris hal tertentu dari orang tuanya seperti tingkat kecerdasan, sifat pemarah atau sifat yang lainnya.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan situasi dan kondisi yang dihadapi dalam lingkungan yang lebih luas. Terutama yang dihadapi dalam lingkungan kesehariaannya. Kondisi faktor lingkungan yang masyarakat dekat sekelilingnya dimana mereka mendapatkan pengaruh pergaulan dengan lngkungannya. Beberapa hal yang mempengaruhi pengaruh terhdap pengaruh perilaku seseorang adalah lingkungan hidup yang tentram, lingkungan yang rukun dimana sesama warga, lingkungan yang bersih dalam arti fisik, tersediaanya fasilitas bergaul yang menandai seperti untuk berolah raga, berbincang-bincang dengan rekan-rekan setingkat, serta suasana kemasyarakatan yang mencerminkan keakraban.
Lingkungan masyarakat merupakan arena yang sangat dekat dengan pergaulan setiap harinya. Kehidupan organisasinal seseorang dimulai sejak lahir, hingga menjadi dewasa dan oleh karenanya logis pula bahwa perilaku organisasional yang dikembangkan sejak kecil akan terus menempakkan dirinya dalam kehidupan organisasional di kemudian hari.
Faktor Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis yang berlangsung seumur hidup dalam rangka mengalihkan pengehauan seseorang kepada orang lain. Pendidikan dapat bersifat formal dan non formal. mulai dari taman kanak-kanak bahkan hingga perguruan tinggi. Sifat ini bersifat struktural. Pendidikan non formal dapat terjadi dimana saja karena sifatnyayang tidak terstruktur. namun keduanya pengalihan pengetahuan dan ketrampilan tetap terjadi.Salah satu bagian yang amat penting dari bidang pendidikan adalah pembinaan watak.
Faktor Pengalaman
Pengalaman yang dimaksud adalah keseluruhan peristiwa yang dialami dari peristiwa-peristiwa yang dilaluinya dalam perjalanan hidupnya. Bertitik tolak dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pengalaman seseorang sejak kecil turut membentuk perilaku orang yang bersangkutan dalam kehidupan organisasionalnya.

0 komentar:
Posting Komentar